Home / News / Kesehatan / Gegar Otak Ringan Tingkatkan Risiko Terkena Parkinson

Gegar Otak Ringan Tingkatkan Risiko Terkena Parkinson

Gegar Otak Ringan Tingkatkan Risiko Terkena Parkinson

JAKARTA – Riset paling baru tunjukkan jika gegar otak mudah bisa tingkatkan resiko penyakit parkinson sebesar 56%. Penemuan ini berdasar pada riset lebih dari 300.000 orang. Walau demikian, tidak kebanyakan orang yang sempat alami gegar otak mempunyai resiko masalah neurologis degeneratif yang memengaruhi pengaturan pergerakan.

“Lebih dari 40% orang dewasa alami cedera otak traumatis (gegar otak), jadi penemuan ini tentu mencemaskan,” kata Raquel Gardner, asisten profesor di University of California, San Francisco di AS seperti dikutip dari Zeenews.

Periset mencatat jika resiko parkinson seumur hidup berlangsung seputar 1—2% hingga penambahan yang semakin besar dari 50% pada resiko itu terdengar tidak demikian mencemaskan. Penemuan ini membetulkan beberapa masalah beberapa atlet profesional yang alami parkinson akibatnya karena karir mereka. Yang sangat populer ialah petinju Muhammad Ali.

“Kita tidak pernah tahu tentu, tetapi itu betul-betul satu peluang. Banyak yang menyangka jika cedera kepalanya berperan pada penyakit Parkinson, tapi mustahil untuk menjelaskan dengan tentu,” kata Gardner.

Riset ini mengidentifikasi lebih dari 325.000 veteran berumur 31 sampai 65 tahun saat 12 tahun. Dimana separuhnya sempat alami cedera otak traumatis (TBI) di sejumlah titik, TBI mudah, tengah atau berat. 1/2 yang lain dari responden belum pernah mempunyai TBI. Beberapa luka-luka responden dikarenakan pertarungan, sebagian dari kecelakaan jatuh atau kendaraan bermotor.

Tidak satu juga dari responden mempunyai diagnosis parkinson waktu riset diawali. Saat riset, hampir 1.500 responden didiagnosis dengan penyakit parkinson. Dari jumlahnya itu, sebesar 949 responden awal mulanya mempunyai cedera otak traumatis. Resiko keseluruhnya untuk meningkatkan parkinson dalam grup ini dikit lebih dari 1/2 % untuk responden yang alami cedera otak traumatis.

Sedang responden yang tidak alami cedera otak, resiko parkinson cuma dibawah sepertiga dari 1%. Waktu periset memperbandingkan, responden yang alami cedera otak dengan responden yang tidak serta menyertakan beberapa data seperti umur, type kelamin, ras, pendidikan serta keadaan kesehatan yang lain, resiko keseluruhnya penyakit parkinson diketemukan 71% tambah tinggi buat mereka yang mempunyai type TBI.

Sesaat, resiko responden dengan gegar otak mudah diketemukan 56% tambah tinggi serta buat mereka dengan TBI tengah sampai berat mempunyai resiko 83% semakin besar.

Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Mercedes-Maybach GLS Jadi Mobil Termahal yang Pernah Dibangun di AS

Mercedes-Maybach GLS Jadi Mobil Termahal yang Pernah Dibangun di AS ALABAMA – Vance, Alabama, bisa ...