Home / News / Capres Jokowi Bagi-bagi Kartu Sakti, Ini Kata Pengamat

Capres Jokowi Bagi-bagi Kartu Sakti, Ini Kata Pengamat

Capres Jokowi Bagi-bagi Kartu Sakti, Ini Kata Pengamat

JAKARTA – Mendekati pilpres (Pemilihan presiden), 17 April 2019 yang akan datang, calon petahana, Joko Widodo kembali memperkenalkan tiga kartu sakti. Ketiganya adalah Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah serta Kartu Pra-Kerja.

Walau demikian, analis ekonomi politik, Kusfiardi memandang petahana inkonsisten. Lebih dalam kicauannya di account Twitter, 14 Desember 2018 yang lalu, Presiden Joko Widodo sudah sempat menjelaskan ‘kalau ingin menyenangnkan kebanyakan orang, tinggal menebar subsidi, bansos. atau BLT sebanyak. Tetapi janganlah mendidik penduduk dengan beberapa hal instant. Kita bangun fondasi serta pilar kuat, walau hasilnya pahit serta sakit, supaya bangsa ini kuat serta tidak gampang terbawa gelombang.’

Posting itupun di retweet netizen sampai lebih dari 12 ribu kali. “Kartu-kartu, semua ialah instrumen menyenangkan kebanyakan orang, lewat cara menebar subsidi, bansos, atau BLT sebanyak,” jelas Kusfiardi di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Co Founder FINE Institute ini memberikan, tiga kartu yang di tawarkan calon presiden petahana menjadi suatu yang absurd. Menurut dia, bila memang ingin meneruskan kepemimpinan, konsentrasi kerja pemerintah adalah usaha turunkan harga-harga bahan inti serta membuat lapangan kerja seluas-luasnya.

Diluar itu, Kusfiardi menyebutkan bagi-bagi kartu tidak ubahnya jalan singkat, dengan semangat menguber populisme. Dia juga memperingatkan efek bila program kartu-kartu punya petahana dipakai untuk menyiasati kapasitas, terpenting dalam soal turunkan angka kemiskinan.

Mengacu studi Bank Dunia, bansos yang di terima s/d 25% dari pengeluaran perkapita per bulan akan dapat tingkatkan mengkonsumsi pengeluaran perkapita sampai 22,4% serta bisa turunkan angka kemiskinan sampai 3%.

Meskipun begitu, turunnya angka kemiskinan dengan instrumen bansos dilihat begitu rapuh, sebab tidak mengakhiri masalah inti berkaitan kemiskinan. “Salah satunya ialah masalah penciptaan lapangan kerja serta kestabilan harga keperluan inti,” pungkasnya.

Post By : Jagobola.net

About jagoanbola

Check Also

Pertama Kali ke Pasar Tradisional, Nia Ramadhani: Aromanya Beda

Pertama Kali ke Pasar Tradisional, Nia Ramadhani: Aromanya Beda

Pertama Kali ke Pasar Tradisional, Nia Ramadhani: Aromanya Beda  Nia Ramadhani kembali membuat geger warganet ...